Jalan-jalan ke Jepang 7 hari 6 malam with toddler

I am very pleased to welcome the month of February, karena di awal bulan February ini kami sekeluarga besar akan berlibur ke negeri matahari terbit 🙂

PS : Ketika menulis blog ini, Alhamdullilah saya dan keluarga sudah berada di Jakarta lagi dengan selamat sehat walafiat.

Waktu saya kecil dan ketika kakek masih ada, keluarga kami memang hobby travelling bersama-sama. Mulai dari naik mobil, kereta, pesawat, dan bahkan kita pernah travelling dengan sewa bus yang isinya 40 orang. Kebayangkan hebohnya traveling 40 orang dengan bocil-bocil yang riweh. Tetapi semenjak saya dan sepupu-sepupu beranjak dewasa, travelling bersama ini sudah hampir tidak pernah lagi, makanya buat saya perjalanan ini akan sangat sangat menarik dan menyenangkan.

Ok, cukup nostalgianya, back to the topic. Di tulisan ini saya mau sharing sedikit tentang preparation dari beli tiket, urus visa, beli baju hangat dan itenerary.

 

Beli Tiket

Back to the September 2016..

Bulan September 2016 lalu, sepupu saya hunting tiket di acara travel JHCC. Dari sana dia dapat informasi tiket JAL (Japan Airlines) pulang pergi Jakarta – Tokyo – Jakarta hanya 3,8jt saja. Hhhhmmmm sangat mengiurkan.

Dengan mata berbinar-binar, saya langsung info suami 😀

Dia awalnya agak ragu untuk pergi bawa anak bayi 2 tahun :’) pengalaman waktu pergi ke Hongkong ajak bocil repotnya minta ampun, tapi karena kasihan liat istrinya yang sangat exited akhirnya suami pun mau aja. Yeeeessss.

Jadi lah kami ber-17 go to Japan.

PS : kalau niat mau travelling asli mending tungguin pameran, harganya bersahabat banget disbanding beli di hari biasa. Bedanya bisa setengahnyaaa.

Anyway, dua minggu setelah tiket sudah dibeli, saya baru tau kalo saya ternyata saya hamil 4 minggu :’) Tapi kata dokter aman untuk pergi karena sudah masuk week 24. Alhamdullilah.

 

January 2017..

Tentang Visa

Awal Januari, kami mulai serius mengurus segala sesuatu untuk perlengkapan tempur di Jepang. Mulai dari beli baju, beli koper , etc. Yang terpenting dari semua itu adalah persiapan visa. Sempet deg-degan juga, karena udah bulan Januari, paspor suami belum perpanjang. Tanpa paspor tentunya ga bisa buat visa. Tetapi dengan tekad yang bulat sampai bela-belain antri dari jam 3 pagi, paspor suami bisa selesai tepat waktu.

PS : buat yang mau pergi dengan plan yang masih panjang better check paspor udah mau kadaluarsa atau belum. Yang pasti 6 bulan menjelang expired paspor sudah tidak berlaku. Segera perpanjang jangan mepet-mepet, bikin deg-deg-an karena visa belum tentu langsung approve kan.

Sebagai ayah dan bunda bekerja, buat saya dan suami bolak balik buat visa tentunya akan menyita waktu kami sehingga kami memutuskan untuk buat visa menggunakan jasa travel agent. Sempat survey ke beberapa travel agent, untuk pembuatan visa Jepang, Antavaya yang paling murah. Biaya yang dikenakan untuk satu orangnya sebesar Rp 385.000, dimana kalau ngurus sendiri ke kedutaan biaya Rp 330.000. Beda dikit gpp yang penting irit waktu 🙂

Kami waktu itu buat visanya di Antavaya Hayam Wuruk. Sebenarnya di Antavaya manapun bisa tetapi katanya kalo di Antavaya lain kena biaya tambahan 20rb karena ujung-ujungnya dikirim juga ke Antavaya Hayam Wuruk. Proses pembuatan visa sendiri sangat cepat. Dengan dokumen yang lengkap waktu pembuatannya hanya kurang lebih 5 hari kerja sudah selesai. Antar dokumen ke Antavaya hari Sabtu, hari sabtu minggu depannya sudah bisa diambil visanya.

Amaaaaan.. Semakin dekat ke Jepang.

Dokumen-dokumen yang perlu disiapkan untuk pembuatan visa Jepang :

  1. Paspor min.masa berlaku 6 bulan
  2. Surat sponsor dari perusahaan tempat bekerja ditujukan ke Kedutaan Jepang dalam Bahasa Inggris (asli), jika mau request Multiple visa di sponsor harus menyebutkan request Multiple visa
  3. Bukti keuangan 3 bulan terakhir dari ybs (berupa rekening koran atau buku tabungan dan kalau melampirkan keuangan berupa deposito maka harus melampirkan deposito asli selain itu bukti rekening Koran maupun buku tabungan harus tetap dilampirkan) saldo rata-rata sekitar Rp 50juta/orang -> saya pribadi waktu itu rek koran yang saya kasih saldo rata-ratanya ga sampai 50jt/org (kurleb 30jtan). Alhamdullilah visa tetep keluar.
  4. Copy KTP, KK, Akte nikah dan Akte lahir anak jika bawa anak
  5. Foto 4,5x 4,5 cm (2 lbr) terbaru berwarna latar putih
  6. Copy kartu pelajar atau surat keterangan sekolah untuk pelajar
  7. Print out tiket pulang pergi
  8. Konfirmasi hotel
  9. Isi Form aplikasi lengkap

 

Ini contoh foto untuk visa 🙂

foto-visa

Itenerary..

Tujuan utama kami (saya dan suami) ke Jepang adalah paling utama mau ngajakin Ben liat salju (sebenernya ini ayah yang kepingin). Dan tentu saya ke Disney park dan USJ. (impian kecil saya adalah mengunjungi semua Disney di dunia, kalau USJ sudah pasti karena di USJ harry potternya (I’m a big fan of Harry Potter too)

Di Jepang kebetulan ada 2 Disney (Disneyland dan Disney Sea), karena keterbatasan waktu kami ga bisa pergi kedua tempat, jadi kami pilih untuk mengunjungi Disney Sea dengan pertimbangan, Disney Sea adalah Disney satu-satunya di dunia yang bernuansa laut.

Kebetulan saya bukan type pencinta pemandangan indah jadi untuk lokasi lain saya ikut aja keputusan peserta yang lain. Dan inilah itenerarynya.

Day 1 (1 Februari 2017) : Jakarta – Tokyoday-1

Day 2 (2 Februari 2017) : Kyotoday-2

Day 3 (3 Februari 2017) : Karuizawaday-3

Day 4 (4 Februari 2017) : Tokyo City Tour and Disney Seaday-4

Day 5 (5 Februari 2017) : Sky Fujiten and Gotemba
day-5

Day 6 (6 Februari 2017) : Universal Studio – OSAKAday-6

Day 7 (7 Februari 2017) : Tokyo – Jakartaday-7

Jika melihat itinerary ini komplit banget lah ya tujuan wisatanya. Pertanyaannya kesampean semua ga? Nah, untuk itu nanti saya ceritain di blog selanjutnya 😀

PS : di Jepang nanti kami cuma hanya menginap di satu hotel dengan pertimbangan rempong jika harus pindah-pindah kota bawa koper. Untuk pilihan hotel pun kami pilih hotel yang deket banget sama station besar.

To be continue..

-Er-

14 feb 17

Ciri-ciri Penumpang Pesawat Yang Bikin Kesel

“Sekarang semua orang bisa terbang” kira2 gitulah tagline salah satu lcc milik pengusaha negara tetangga yg cukup nyentrik. Tagline ini menurut gw bener banget sih dengan adanya peningkatan ekonomi khususnya di masyarakat kelas menengah, sekarang semua orang bisa terbang.. literally.. tinggal pilih mau yg full-services atau yg lcc.

Masih inget dulu 10 tahun yg lalu pertama kali naik pesawat. Waktu itu tugas liputan ke bali. Soetta ga terlalu  rame, antrian check in masih sewajarnya, dan rasanya aneh klo ga naik g*ruda.

10 years later

Tiap minggu gw menggunakan jasa pesawat terbang. Sebagai aktivis PJKSP garis keras alhamdulillah (masih alhamdulillah) sebisa mungkin tiap minggu gw pulang ke rumah.. ketemu ben.. erika.. dan mama elly. Karena tiap minggu pastinya gw cari tiket yg termurah. Hari gini cari tiket yg murah ya pilihannya maskapai lcc.

Lcc atau low cost carrier ini memang pilihan transportasi yg paling bisa dikompromi sama tubuh gw yg udah mulai menua, jarak tempuh dan lebih ekonomis (ekonomisan klo ga ldr sih.. senggol curhat). Dari tempat kerja gw di surabaya 1 jam 10 menit di udara sampe di tangerang atau di jakarta. Bandingkan dengan harga yg sama bahkan lebih mahal dikit kereta kelas eksekutif harus gw tempuh dengan jarak 9 jam.. bisa jadi manusia tulang lunak klo tiap minggu pp 18 jam. Udah cape di badan, porsi ketemu keluarga juga dikit banget.

Beruntung (udah ldr ketemu keluarga tiap minggu tapi masih bisa ngomong untung, so typical), bandar udara juanda surabaya di sidorjo ini memiliki banyak pilihan maskapai lcc dengan jam terbang dr jam 5 pagi sampai jam 11 malam.

Di tulisan ini gw ga akan ngomongin kebrengsekan maskapai2 lcc itu dalam handling penumpang, misalnya sering delay, counter check in 30 yg dibuka 5, atau pelayanan-pelayanan lainnya yg bikin sakit hati, gw rasa semua orang udah tau lah. Tapiiiii..

What do you expect.. Klo kata marc anthony “price dont lie, im outta my mind, let rain over me.

Di tulisan gw malah mau menyoroti kelakuan para penumpangnya, yg memang ajaib2 dan kadang bikin kesel sih.. tapi ya semua orang bisa terbang kan.. no matter who you are.. what you are and how annoying you are..

Jadi sorry banget.. sorry.. gw gatel banget pengen ngelist kelakuan penumpang-penumpang lcc yg bikin gemes.. soalnya klo naik yg full serviced ga nemu deh yg model gini.. atau minimal  ga terlalu banyak lah yg model-model combo kelakuan-kelakuan dari  penumpang yg mau gw sebutin di bawah ini.

So here they are:

  1. Suka nyerobot antrian.

Ini top banget sih. Apalagi klo saat first flight senin pagi yg rame, pasti ada aja yg serobot antrian lo saat mau masuk ke area check in atau saat lo mau print web check in an lo atau bahkan saat mau masuk pesawat. Suka dengan tampang sok lugu tiba2 ada di samping lo.

  1. Ga manfaatin teknologi.

Udah tutawsen en sikstin ledis en jentelmen dan added value maskapai2 lcc itu adalah menawarkan sistem web check in yg menyenangkan.. bahkan udah bisa pake check in pake whatsapp.. bisa milih tempat duduk. Klo punya waktu dan punya printer tinggal print dan melenggang melewati kejamnya antrian counter check in. Tapi masih aja banyak antrian di counter check in.

  1. Bagasi kabin.

Gw sangat anti banget sih sama orang yg bawa bagasi kabin gedeeeeee atau yang bawa banyak. Dan Gw lumayan sering sih liat orang bawa tentengan ke dalam kabin lebih dari 3. Backpack, tas selempang, koper, dan kotakan oleh2 2 wow ga sih. Dan penumpang itu sendirian. Klo yg berdua atau bertiga sama bayinya wajar lah, ini sendirian men. Kenapa gw sebel? Karena lama untuk unpack himself masukin tuh barang-barang bawaannya ke kompartemen. Macet deh penumpang yg mau naik atau pada saat turun.

  1. Sok penting dengan gadgetnya.

Beuh ini sering banget gw liat. Udah boarding, masih main handphone, ditegur, masih main handphone, dan cuma ceki2 medsos rata2 sama selfie di pesawat. Dumbo!

  1. Mengambil hak tangan penumpang  yang duduk di tengah.

Secara etika “perdudukan” yg duduk di tengah itu mempunyai hak penuh untuk menempati tangannya di sandaran kursi karena dia terjepit. Tapi seringkali yang duduk di window atau di aisle sok iye ambil dua sandaran tangan, menyisakan si penumpang yang duduk di tengah manyun terjepit posisi ga enak. Ambil hak orang itu nista tau.

  1. Duduk di emergency tapi ga mau dengerin safety briefing.

“With great legroom comes great responsibilities” mau duduk di emergency yg bisa selonjor. Ya harus mau lah dengerin cuap2 mba / mas flight attendant gimana cara buka pintu darurat buat bantu orang saat keadaan darurat. Ini boro2 mau dengerin, pura2 tidur atau pura2 baca, pas dibilangin marah. Ndeso. Klo flight pagi sering banget nih nemu yg kek gini.

  1. Tidak baby/child friendly.

Namanya anak bayi atau balita seanteng-antengnya pasti ada nangisnya di pesawat, entah aus, laper, kuping sakit dan hal lainnya yang bikin mereka ga nyaman. Nah ada aja nih pasti saat baby/ balita itu ga anteng, atau nangis, sering kali klo naik maskapai lcc pasti ada yang nge “sssssttttt” in. Gw suka keki dan kesel liatnya. Kan kasian ibu tuh anak, udah dapet tekanan dari si anak yang lagi ga anteng eh dapet tekanan mental dari penumpang lain. Mbo ya ngerti’o, ngerasano, empati lho.

  1. Godain pramugari / penumpang lain.

Chessy! Senorak-noraknya gw ga pernah sih minta nomer pramugari dan sok2 nanya nama padahal pasti pramugari sekarang ada pin namanya. Atau dengan super norak nanya ke penumpang cewe sebelah lo tujuan kota. Padahal jelas2 di pesawat yg tujuan kotanya sama. Cari pickup line yg lain yg lebih berkelas lah.

  1. Norak dan susah dibilangin saat take off atau landing.

Baru mau take off kursi udah dimundurin ya ga boleh lah. Safety dong ah. Mau landing ga mau buka tutup jendela. Baru landing langsung nyalain hp, penting amat sih, dan cuma buka medsos.

  1. Ga sabar pas mau keluar pesawat.

Ga nyantai, toh bedanya paling 2 menit sama orang yg nunggu pintu dibuka dengan cara duduk. Ini pesawat masih gelap, lampu belom nyala, udah pada diri dan ngambilon bagasi. Sapa suruh bawa bagasi banyak-banyak.

Thats all list kelakuan penumpang2 maskapai lcc yg bikin gemes. Ga patut ditiru deh. Dan yg masih kek gitu, berubah deh, lo bikin orang kesel.

 

-R-

Ben Turn 2 : Pre, Reality, D-Day, and thats how life teach you Ben.. Part 2 : Ayo Kita Jemput Eyang Ben..

Rencana perayaan ulang tahun Ben nampaknya sedikit ketunda, saya yakin klo Ben udah gede dan baca tulisan ini dia akan ngerti hehe

Denger kabar Ibu sakit tuh emang ga enak, hati ga tenang pengen cepet2 ngeliat keadaannya.. beruntung, ya masih beruntung soalnya banyak temen2 yang ikhlas bantuin, mulai dari tiket Pesawat dari Cilacap sampe transport di Purwokerto, hingga punya bos yang supportif.. Thanks a lot all..

Jemput eyang juga harus dibikin twist supaya ben tetep punya pengalaman menyenangkan..  pikiran saya Ben emang harus diajak, kapan lagi ke tanah nenek moyangnya di Gombong.. Bismillah..

21 Mei 2016

Sabtu pagi, saya bangun kesiangan jam 7.. what jam 7 kesiangan? Yaiyalah soalnya kereta  saya untuk ke Purwokerto pagi ETD jam 08.55 WIB.. Bangun tidur, ngucek2 mata, Ben di samping masih megangin rambut Ibunya..

IMG_0670.JPG

“Ayooo bangun ER..” dan Erika pun gelagapan.. langsung beres-beres ala militer, untung barang bawaan udah disiapin sama Erika dari kemaren malem jadi aman, nungggu taxi dan berangkat ke Gambir.

Sampe Gambir masih kurang 15 menit dari waktu keberengkatan, Ben ngeliat kedai Mcdonald langusng tunjuk-tunjuk minta turun sambil teriak “adonald..adonald..” yasudahlah akhirnya kita sarapan fastfood di Gambir, walaupun si Ben Cuma ngincer mainan happy mealnya doang.

Kereta itu sangat on time dalam hal keberangkatan tapi ga dalam waktu kedatangan,  sarapan ga pake lama, 10 menit dari waktu boarding gw udah bawel, “ayoo naik nanti ditinggal, soalnya jalan ke peron agak jauh”.. dan bener aja kita rombongan terakhir yang masuk kereta.. just in time..

IMG_0614

Karena pesennya dadakan, kita dapet gerbong 8, seat 11, posisi duduknya sebaris, Erika dan Nenek Plus Ben, Saya berdua sama mas-mas gaul.

IMG_0616

Perjalanan kereta ga terlalu smooth menurut saya :

  1. Sempat berhenti lumayan lama di cikini (entah kenapa)
  2. ACnya panas untuk kereta kelas Exe
  3. ETA Purwokertonya yang ngaret-ret-ret..

Perjalanan kereta harusnya ditempuh 5 jam estimasi Jam 2 siang sampe Purwokerto, tapi that’s not the reality, kita sampe Purwokerto jam 3an..

Selama di kereta 2 jam pertama Erika sukses membuat Ben tenang dengan asinya hehe well done Er.. Jam 11 Ben bangun dan mulai mondar-mandir di Gerbong, ngajakin kakak2 yang umurnya 7-10 tahun main, silaturahmi ke bangku-bangku penumpang lainnya, minta anter bolak-balik ke toilet, dan hal-hal melelahkan lainnya (bagi bapak ibunya karena musti ngejar2).. Dengkul mau copot gaes ini anak ga ada capenya..

IMG_0761

Sekitar jam 3 sore kereta masuk ke stasiun Purwokerto, kondisi agak gerimis, Alhamdulillah udah dijemput sama driver pinjeman dari temen (thanks a lot bro bastian). Karena udah lewat banget waktu makan siang, langsung lah cari makan.. dianter ke area kulinernya {irwokerto deket GOR dan kita makan mie Jowo hehe..

Sebelum jemput nyokap di Gombong, tepatnya di deket stasiun Ijo, saya sempetin mampir ke rumah Mba Rian di Kalpataru deket Unsud, tadinya pengen ngaajak bareng eh ternyata ada miskom, suaminya malah ambil mobil untuk jemput nyokap, walhasil Mba Rian ga jadi bareng tapi nunggu mas Herinya pulang dulu.. Ben di rumah Mba Rian Happy banget main sama kakak Chan2 dan Kakak Miqdad..

Perjalanan Purwokerto-Gombong sekitar 1 setengah jam kata Pak Tohari yang nganterin kesana.. telp-telp an sama Bude dan kayaknya udah hafal banget daerah sana. Menikmati jalan karesidenan Banyumas yang dipenuhi truk di Senja hari bersama keluarga cukup menyenangkan, dan Ben pun duduk tenang di pangkuan, couldn’t ask for more.

Ba’da Magrib saya sekeluarga sampai di rumah Bude, it is my home town tough.. akhirnya saya mencoba kembali mengingat waktu kecil pernah main disini, sekarang Ben yang main dan lari-larian di sini.

Yang bikin kaget saat sampe rumah Bude ternyata, Papa ada disana juga, dia nyetir dari Jakarta karena pengen juga liat kondisi Mama, dan saya akhirnya ngeliat gimana sayangnya Papa sama Mama.. lucky to witness that..

Pertemuan dengan Mama bukan tanpa haru, tapi di tulisan ini saya mau kesampingkan hal yang sedih-sedih untuk diri saya sendiri aja.. Well.. Ben langsung ajak becanda Eyang (begitu Mama biasa dipanggil sama Ben), padahal Eyang lagi dipijet tuh.. Alhamdulillah Ben bisa menghibur Eyang..IMG_0622

Tadinya kita berencana nginep di Gombong, tapi karena asumsi waktu dan jarak, serta besok flight siang dari Cilacap (ETD jam 13.30), kita mutusin malem itu balik lagi ke Purwokerto.. Ben udah lelah kecapean, di jalan dia tidur, dan sampe hotel pun dia tidur.

Sampe Purwokerto jam 11 malem, jadi saya putuskan untuk cari hotel yang murah tapi bagus untuk keluarga, dan karena Mama lagi sakit jadi harus satu kamar yang bisa rame-rame biar bisa jagain Mama juga, saya pilih kamar yang family room dengan 2 kasur king sized di MGriya Guest House jalan Gumbreg deket dengan Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo.IMG_0625

Dan malam itu berakhir dengan kita sekeluarga tidur nyenyak.

22 Mei 2016

Bawa anak kecil tuh masalah waktu jadi agak susah diprediksi, niatnya mau jalan jam 9 cari sarapan di luar sekalian ajak nenek cari oleh2, si Benja baru bangun jam 8an dan susah banget disuruh mandi, maunya main terus dan berantak-berantak.. well gapapa lah emang masanya.. akhirnya jam 10 lewat baru check out dan berangkat ke Cilacap. Dan Makasih untuk Papa yang udah urusin surat izin naik pesawatnya Mama.

Jam Setengah 12 kami sekeluarga pun tiba di Cilacap, rumahnya Ibunya Kakak Ipar sambil nunggu flight jam setengah 2 siang. Dan kebetulan jarak rumahnya dengan  Bandara Tunggulwulung Cuma 10 menit, dari pada lama nunggu di Bandara dan muter-muter gak jelas, transitlah disini, disajikan makan siang dengan appetizer rujak serut yang wuenak banget… musti cobain..

IMG_0665

Jam 1 kurang kita berangkat ke Bandara karena udah dipesenin untuk check in sebelum jam 1, dan ternyata jarak rumah dengan Bandara Cuma 5 menit hehe.. dan Alhamdulillah Tim RU IV yang ngurusin ticketing Pelita Air (Pak Gatot, Mas Ari, dan Mas Ucla), helpful banget.. sampe sana Mama dibantu naik ke kursi roda.. sementara saya antri check in ternyata nama kita udah dijejerin sebaris di nomer 10A,10C, 10D, 10 F.. Terima kasih banyak untuk bantuannya ya pak dan mas.. hanya Allah SWT yang bisa membalas kebaikan kalian.

IMG_0633

Nunggu di boarding lounge yang nyaman, dan mama tanda tangan surat izin terbang karena kondisi lagi sakit, si Ben mulai ngantuk dan kalo ngantuk Ben sangat crancky, teriak-teriak, minta masuk pesawat, keluar-masuk lounge.. hehehe.. SABARO…..

IMG_0635

Panggilan boarding, saya dan Mama dapet prioritas boarding duluan, dan petugas bantu di Bandara Tunggul Wulung sangat patut diacungi jempol, dia bantu saya gendongin Mama samapi ke kursi, tanpa pamrih dan penuh senyum.. Alhamdulillah..

Sampai pesawat Ben langsung dijejelin “Ise” dan sukses “Bobo” dengan diiringi paduan suara nangis manja sebelum tidur yang saya tau pasti ganggu penumpang lain, tapi Alhamdulillah lagi, di pesawat yang kecil tersebut para penumpangnya toleran, tak ada kata “ssssttt”, atau teguran, dan pada saat landing ada beberapa penumpang yang sapa Ben..

Penerbangan Cilacap-Jakarta (Halim) memakan waktu 1 jam lebih di udara. Pelayanan Pelita Air ok sih menurut saya, di udara kita diberikan snack dan ditawari minum lainnya, seperti di garuda. Dan pada saat Landing pun smooth deh.. bravo Pelita..

Sampe di Halim saya dan Mama turun paling akhir karena nunggu sepi, dan Mama pun harus digendong hingga naik kursi Roda.

IMG_0773

Ben, Nenek dan Erika turun duluan, turun pesawat Ben Happy banget karena liat banyak pesawat.. dan sempet2nya mereka foto2 heheehe..

IMG_0782

Alhamdulillah jam 4 sore kita udah sampe rumah.. Mama bilang mau istirahat dulu di rumah dan minta dianter ke rumah sakitnya Besok Pagi..

23 Mei 2016

Saya, Mama, Ben, nenek, dan Uwak Engkus (Kakaknya Mama) anter Mama ke rumah sakit Haji yang deket rumah, dan ternyata betul Mama divonis kena stroke dan harus rawat inap.

Setelah berunding, kita pilih Mama dirawat di rumah sakit Premier Jatinegara supaya keluarga yang kebanyakan tinggal di deket Jatinegara deket untuk nungguin Mama. Masuk rumah sakit Mama dibawa ke UGD sambil ngecek tubuh seperti darah, pernafasan, CR Scan dllnya…

IMG_0653

Malemnya mamah dipindahin ke Stroke Unit di lantai 2.. dan sampai sekarang Mama masih di rumah sakit tersebut.. Doain ya Guys..

IMG_0657

27 Mei 2106

Dan untuk ulang tahun Ben.. Saya dan Erika sepakat karena keadaan sedang prihatin, yaudah kita rayain sederhana aja dengan Beli Kue Tart dan kasih kado apapun pilihan Ben..

Hari itu Nenek bikini nasi kuning juga dan bagi2in ke tetangga2.. dan Ben tetap Happy dan sibuk bantuin Nenek di dapur..

IMG_0253

Siangnya di rumah sakit Ben yang emang ga boleh masuk ke ruang perawatan video call an sama Eyang.. Hehe.. Fotonya bagus nih eskpersinya si Ben..

IMG_0686

Dan minggu itu adalah minggu terakhir Ben ngobrol sama Eyangnya, karena minggu depannya Eyang udah ga sadar dan masuk ICU, dan sampai saat ini Eyang belum menemukan kesadarannya lagi..

IMG_0828

bismillah nanti Eyang akan ngobrol dan becanda lagi sama Ben, waktu Eyang sudah sehat dan boleh pulang..

Maaf ya Ben, ulang tahun Ben yang ke 2 yang harusnya dirayain dengan teman2 dan bikin rumah ramai jadi batal.. semoga Ben ngerti yaa.. Doain Eyang ya Ben… Aminnn…

I love u Ben…

IMG_0659

-R-

Ben Turn 2 : Pre, Reality, D-Day, and thats how life teach you Ben.. Part 1: Rencana Manusia VS Kenyataan

IMG_0056

Hari ulang  anak buat orang tua yang LDR an sama anak macam saya ini harus jadi momen yang “bonding” dong ya, secara kita ketemuan Cuma 2 ½ hari dalam seminggu, momennya harus bikin si Ben happy pokoknya, happy se-happy-happynya.. (walaupun tu anak emang sebenernya gampang Happy, sogok ise (ASI) dan dia pun Happy J)

Pre

Biasanya untuk event, Erika si Ms. Perfect dan Saya si Mr. Not-So-Give-Attention ini pasti berdebat lama untuk sekedar nentuin dimananya, acaranya ngapain, kapannya, dan bla2 lainnya. Tapi untuk kali ini kok  Saya dan Erika melalui musyawarah mufakat sepakat dengan cepat tentang perayaan ulang tahun Ben yang ke dua.

Where:

Untuk memutuskan lokasi Ulang tahun Ben, beginilah kira2 perbincangan Saya dan Ms. Perfect di minggu ke dua April 2016.

Ms. Perfect : Ben Ulang tahun, ngerayaainnya dimana ya?

Mr. Not-So-Give-Attention : Yang ga ribet aja, terserah. (posisi  udah KO, abis kena macet Terminal 3 Soetta hari jumat yang amit2 jadinya pasrah cape tanpa daya)

Ms. Perfect : Selalu gitu, ntar komplen lagi.

Mr. Not-So-Give-Attention : ga.. paling komplen dikit

Ms. Perfect: Di rumah keluarga Karim aja yang di Slamet Riyadi.

Mr. Not-So-Give-Attention: Ok.

Ms. Perfect : Tumben cepet amat Oknya, ga pake “kenapa ga disini aja, kenapa ga disitu aja”, cape?.

Mr. Not-So-Give-Attention : hmmm (Molor!!!)..

Why:

Saya setuju sih klo di slamet Riyadi, karena posisinya yang strategis deket dari mana-mana, dan parkirannya ga ribet, memudahkan sodara dan kerabat. Rumahnya gampang di dekor, pokoknya udah kebayang deh nanti jadinya kek gimana.

When :

Karena hari lahirnya Ben tanggal 27 Mei 2016 jatuhnya di hari jumat dan saya lagi hectic di tempat kerja baru jadinya ga bisa cuti, Saya dan erika sepakat yaudah kita rayain aja di hari minggu siang tanggal 29 Meinya, biar sabtu ada siap2nya, minggu sore bisa beres2nya.

How :

Tahun lalu tema ulang tahun Ben yang pertama itu Pelaut, jales veva Jaya mahe, Indonesia masyarakat laut kata Ibunya.. ya make sense sih, ay setuju aja.. nah yang kedua ini temanya pengen udara, pesawat terbang, soalnya Ben sekarang lagi suka video2 pesawat terbang sejak kemaren naik pesawat terbang kelamaan. Ok Bajunya si ben bisa dibeli di shopnya si maskapai, atau online shop (gampang lah), kue ulang tahun bisa juga dibuat ada pesawat2an, dan kasih kertas prep awan2 nanti buat dekornya.. ok.. sipppp.. nanti dilanjut sama Ms. Perfect lah.. pasti yahud..

 

Reality

Persiapan Ulang tahun Ben udah deket,  saya udah mulai ingetin Erika untuk, ayo pesen kue, minggu ini aku pulang kita belanja goodie bag ya.. balon2nya jangan lupa..  catering2.. undangan gimana? Tapi keknya Erika juga sibuk, yasudah akhirnya kita berdua sepakat bahwa ini semua harus clear di tanggal 20 Mei 2016 which is H-7.. but something happens..

17 Mei 2016 Sore hari:

Mba Rian (Kakak yang tinggal di Purwokerto) : No.. Mamah jatuh di rumah gw, sepertinya keseleo,  dibawa berobat ke Gombong ya sama Bude Mar (kakak dari Papa)

Reno : Astagfirullah.. terus kondisinya gimana? Berobat apa tuh? Kok ga ke RS?

Mba Rian : Ya kakinya sakit, lemes, coba diurut sama kenalan Bude, Budenya juga berobat disana. Gw ga ikut ke Gombong, anak gw ga ada yang jaga.. ini nomer telp bude ya 08—–  hubungin deh, soalnya HP mama ketinggalan di Rumah gw..

Reno : Ok deh..

Sore itu karena lagi persiapan launching produk baru di wilayah kerja saya, saya Cuma sempet nelp Bude sekali dan ga diangkat, mungkin pas magrib dan sms beliau nanyain keadaan Mamah.

18 Mei 2016

Pagi sampe siang saya sibuk dengan acara launching produk (kesel deh klo harus kesampingkan keluarga demi pekerjaan.. bikin usaha no.. klo jadi pekerja ya gitu.. *talk to my self..)

Siang harinya Bude Telp saya.

Bude: Assalamualaikum Reno..

Reno : Waalaikumsalam Bude.. gimana sehat?

Bude : Ren, maaf ni kemaren bude kan ke rumah Mba Rian, trus liat mama lagi ke sakitan trus bude ajak aja mama ke Gombong, pengobatan siapa tau sembuh.

Reno : Iya bude makasih banget lho udah diajak, trus kondisi mama gimana Bude?

Bude : Ini mama sendiri deh yang ngomong ya..

Mama : Ren.. Mamah Stroke… (dengan suara ga jelas)

Jeder.. kek ditembak sama FN 57 tapi gw pake rompi anti peluru rasanya.. kaget sih.. kemaren kan Cuma jatuh dan keseleo kok sekarang bisa stroke.. y awes.. ditelen aja dulu informasinya sekaligus nenangin mama.. jelasin Reno akan jemput mama hari jumat, itu waktu tercepat saya bisa ninggalin kedinasan.

19 Mei  2016

Posisi lagi dines di Malang launching produk, tapi terus kepikiran mama, dan ternyata keluarga di Jakarta blom dikabarin, malemnya kabar2in Erika, Mas Dwi, Nenek, dan Papah, dan juga rencana ajak mama berobat ke Jakarta.. Bu Boss sangat tolerant begitu saya cerita kondisi mama,  begini reaksi beliau:

Bu Boss cantik:  Wess cari tiket, besok abis upacara kamu cepet berangkat ke Purwokerto atau Gombong

Urang : Makasih mba tapi besok aku flight ke Jakarta sore, sabtu  pagi naik kereta sekalian ajak Ben, Erika, dan  Nenek.. kasian si Ben jadwalnya ketemu (maklum LDR)..

Bu Boss cantik:  Nanti kamu cuti aja seninnya.. jadi minggu senin bisa main sama Ben, jumat- sabtu bawa pulang Ibu.

Urang : Engga mba (tetep keukeuh).. aku soalnya juga mau bawa mamahku ke Jakarta naik pesawat optional klo mamah kondisinya ga kuat perjalanan jauh.. lumayan naik mobil 8 jam dan kereta 5 jam.. bisa makin parah. Dan pesawat adanya via cilacap hari minggu siang mba..

Bu Boss cantik:  Yasudah.. pokoknya besok cari tiket ke Jakarta cepet yaa..

20 Mei  2016

Pagi upacara hari kebangkitan Nasional selesai jam 8, cari2 tiket yang ke Jakarta lebih pagi kok udah mahal banget ya.. gapapa deh tetep stick to the plan pulang jam 16.55 naik Air S*iwijaya, baru aja web check in eh jam 11 udah dapet sms notifikasi pesawat delay jadi jam 18.35 sore.. whattt.. mau buru2 malah delay.. coba telp pihak si maskapai minta majuin penerbangan malah dipingpong.. akhirnya terima nasib ke airport sore. Sampe airport jam 18.00 refresh check in..  nunggu.. nunggu.. nunggu sampe akhirnya panggilan boarding jam 19.20 aja loh.. pengalaman ga menyenangkan.

Sampe Jakarta jam 9 malem dan crowded, cari damri susah, aplikasi online gak nyangkut2.. taksi biru antri (ada apa sih hari ini batin gw), sembarang naik bus ke arah tahmrin city, terus ketiduran, 1 setengah jam masih di Soetta walhasil sampe rumah hampir jam 12 malem.  Tapi ternyata Allah masih baik banget sama Saya, saya pulang masih disambut mesra sama Ben tercinta.. Ben masih bangun hehe.. lanjut main sampai jam 1, dia nagantuk dan minta nyusu, saya dan Erika prepare untuk perjalanan jemput mama..

To be continued..

IMG_0598.JPG

-R-

Reno (Tambah) Tua

Dear Benjamin daddy..

Happy Birthday..
Sama seperti tahun2 sebelumnya, we celebrate this day on the different place.. I really now its hard. Its hard from me to. But i know Allah has a good plan for us.. So please be patient and the good things will come..

Harapan aku ga banyak (cuma 3). Paling utama adalah di bertambahnya umur, kamu bisa jadi pribadi yang bijaksana dalam bersikap bertindak dan berbicara. Yang kedua, jadi  contoh yang baik untuk benjamin (jadi ayah yg selalu ditunggu dan mengajarkan ahlak yg baik). Yg terakhir, yang selalu diharapkan jadi imam yg baik untuk keluarga.
No need to worry no need to mellow.

Have a great birthday.

We love you. Always.

-Er-

 

 

Selamat Ulang Tahun Dandy

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Alhamdulillahirabbilalamin.. hanya ucapan syukur dan syukur yang bisa saya panjatkan kepada Allah SWT karena nikmatnya yang sangat banyak dan luas untuk saya dan keluarga.. nikmat iman, islam, sehat walafiat.. (hehe kaya pembukaan pidato yaa??)..

Hari ini saya sangat excited.. karena hari ini hari jumat, hari yang sangat baik, ada sholat jumat J, nanti saya akan pulang ketemu Ben, trus menjelang long weekend.. dan yang lebih special lagi, hari ini juga tanggal 5 Februari bertepatan dengan hari ulang tahun Ayah saya.. Selamat Ulang Tahun ya Dandy (nama panggilannya Ayah).. Barakallah…

Sedikit cerita mengenai Dandy, beliau ini ini “kaca” pertama dalam hidup saya, masih inget waktu masih kecil, ditanya cita2 mau jadi apa, saya pasti jawab, mau jadi kaya Ayah; baik, tegas, kuat, senang becanda, dan disukai banyak orang.. Someday I will be like you dandy.. gumam Reno kecil kala itu.

Saya bersyukur dan beruntung mendapat figur Ayah seperti beliau, ga selalu ada buat saya tapi saat ada pasti kasih kenangan yang membekas dan menyenangkan.

Dandy tipikal pekerja, ya pekerja, beliau kayanya ga ada bakat buat jadi pedagang, pernah beberapa kali usaha tapi kandas, but its ok bagi saya dia tetap membanggakan kok.

Saat ini Dandy harusnya udah menikmati masa tuanya, masa pensiun dengan bersantai, tapi mungkin Dandy ga mau gitu, dia masih pengen kasih manfaat buat orang terdekatnya, orang sekitarnya, dan orang lain, jadi ya sampai sekarang si Dandy ini masih sibuk beraktivitas dan menjalankan amanah serta tanggung jawabnya. Semoga Allah SWT selalu kasih tubuh sehat dan semangat yang kuat ya buat Dandy…

Lastly ucapan doa dan harapan di hari ulang tahun Dandy, semoga Dandy tetap sehat, tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah2nya.. tetap ceria dan menebar senyum buat kami keluarganya.. tetap semangat, sehat, dan kuat untuk menjalankan tanggung jawab dan amanahnya ya.. Tunggu Reno di Jakarta ya, nanti Reno, Erika, dan Ben kasih kejutan buat Dandy hehe…

Love u Dandy..

dandy

Menikmati Peran Ayah

Dikutip dari Jateng Pos

Menikmati Peran Ayah
Oleh: Aning Karindra Ariyanti (Alin)

MENYANDANG status baru sebagai ayah menjadikan Reno Fri Daryanto (29) harus rela mengorbankan hobinya nonton bioskop.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai External Relation di PT Pertamina (Persero) Region 4 Jateng-DIY ini lebih memilih memanfaatkan waktu liburnya untuk ‘momong’ anak. “Setiap balik Jakarta biasanya selalu aku agendakan nonton bioskop sama istri. Sekarang mending buat main sama anak. Apalagi kan jarang ketemu,” kata pria yang kesehariannya berkantor di Semarang.

Ayah dari Benjamin Abdullah Karim, sang buah hati yang lahir pada 27 Mei 2014 ini benar-benar ingin mencurahkan segala kasih sayang dan perhatiannya terhadap anak di sela kesibukan kerjanya. Apalagi, suami dari Erika ini baru bisa bertemu anak dan istrinya paling cepat dua minggu sekali. “Yang pasti tiap pulang Jakarta kemanapun harus ada Ben (panggilang sayang untuk anaknya). Jalan-jalan pun anak harus diajak,” ujar Reno yang kini juga makin selektif dalam mencari lokasi jalan-jalan yang nyaman buat anak, mulai dari tempat makan yang bebas asap rokok, dan lain-lain.

Peran ayah, diakui Reno, tak sekedar bekerja dan mengajak bermain di kala waktu senggang saja. Namun, sejak menjadi ayah, kini dari sisi perasaan secara alamiah mulai terasa berubah, secara intuisi maupun feeling. “Jadi ayah ini aku mulai merasakan apa yang dirasakan orang tua kita dulu waktu ngerawat kita. Ada rasa senang, khawatir, dan lain-lain,” jelasnya.

Di sela aktifitas kerja setiap hari, Reno pun selalu meluangkan waktunya untuk memantau kondisi anak meski hanya lewat telpon. Minimal, dalam sehari Reno bisa menelpon anaknya dua kali bahkan lebih. “Sekarang tiap telpon istri, yang ditanyain pertama pasti anak dulu. Lagi ngapain anaknya, sehat dan lainnya,” selorohnya.(aln)

DSC00129.JPG