Jalan-jalan ke Jepang 7 hari 6 malam with toddler

I am very pleased to welcome the month of February, karena di awal bulan February ini kami sekeluarga besar akan berlibur ke negeri matahari terbit πŸ™‚

PS : Ketika menulis blog ini, Alhamdullilah saya dan keluarga sudah berada di Jakarta lagi dengan selamat sehat walafiat.

Waktu saya kecil dan ketika kakek masih ada, keluarga kami memang hobby travelling bersama-sama. Mulai dari naik mobil, kereta, pesawat, dan bahkan kita pernah travelling dengan sewa bus yang isinya 40 orang. Kebayangkan hebohnya traveling 40 orang dengan bocil-bocil yang riweh. Tetapi semenjak saya dan sepupu-sepupu beranjak dewasa, travelling bersama ini sudah hampir tidak pernah lagi, makanya buat saya perjalanan ini akan sangat sangat menarik dan menyenangkan.

Ok, cukup nostalgianya, back to the topic. Di tulisan ini saya mau sharing sedikit tentang preparation dari beli tiket, urus visa, beli baju hangat dan itenerary.

 

Beli Tiket

Back to the September 2016..

Bulan September 2016 lalu, sepupu saya hunting tiket di acara travel JHCC. Dari sana dia dapat informasi tiket JAL (Japan Airlines) pulang pergi Jakarta – Tokyo – Jakarta hanya 3,8jt saja. Hhhhmmmm sangat mengiurkan.

Dengan mata berbinar-binar, saya langsung info suami πŸ˜€

Dia awalnya agak ragu untuk pergi bawa anak bayi 2 tahun :’) pengalaman waktu pergi ke Hongkong ajak bocil repotnya minta ampun, tapi karena kasihan liat istrinya yang sangat exited akhirnya suami pun mau aja. Yeeeessss.

Jadi lah kami ber-17 go to Japan.

PS : kalau niat mau travelling asli mending tungguin pameran, harganya bersahabat banget disbanding beli di hari biasa. Bedanya bisa setengahnyaaa.

Anyway, dua minggu setelah tiket sudah dibeli, saya baru tau kalo saya ternyata saya hamil 4 minggu :’) Tapi kata dokter aman untuk pergi karena sudah masuk week 24. Alhamdullilah.

 

January 2017..

Tentang Visa

Awal Januari, kami mulai serius mengurus segala sesuatu untuk perlengkapan tempur di Jepang. Mulai dari beli baju, beli koper , etc. Yang terpenting dari semua itu adalah persiapan visa. Sempet deg-degan juga, karena udah bulan Januari, paspor suami belum perpanjang. Tanpa paspor tentunya ga bisa buat visa. Tetapi dengan tekad yang bulat sampai bela-belain antri dari jam 3 pagi, paspor suami bisa selesai tepat waktu.

PS : buat yang mau pergi dengan plan yang masih panjang better check paspor udah mau kadaluarsa atau belum. Yang pasti 6 bulan menjelang expired paspor sudah tidak berlaku. Segera perpanjang jangan mepet-mepet, bikin deg-deg-an karena visa belum tentu langsung approve kan.

Sebagai ayah dan bunda bekerja, buat saya dan suami bolak balik buat visa tentunya akan menyita waktu kami sehingga kami memutuskan untuk buat visa menggunakan jasa travel agent. Sempat survey ke beberapa travel agent, untuk pembuatan visa Jepang, Antavaya yang paling murah. Biaya yang dikenakan untuk satu orangnya sebesar Rp 385.000, dimana kalau ngurus sendiri ke kedutaan biaya Rp 330.000. Beda dikit gpp yang penting irit waktu πŸ™‚

Kami waktu itu buat visanya di Antavaya Hayam Wuruk. Sebenarnya di Antavaya manapun bisa tetapi katanya kalo di Antavaya lain kena biaya tambahan 20rb karena ujung-ujungnya dikirim juga ke Antavaya Hayam Wuruk. Proses pembuatan visa sendiri sangat cepat. Dengan dokumen yang lengkap waktu pembuatannya hanya kurang lebih 5 hari kerja sudah selesai. Antar dokumen ke Antavaya hari Sabtu, hari sabtu minggu depannya sudah bisa diambil visanya.

Amaaaaan.. Semakin dekat ke Jepang.

Dokumen-dokumen yang perlu disiapkan untuk pembuatan visa Jepang :

  1. Paspor min.masa berlaku 6 bulan
  2. Surat sponsor dari perusahaan tempat bekerja ditujukan ke Kedutaan Jepang dalam Bahasa Inggris (asli), jika mau request Multiple visa di sponsor harus menyebutkan request Multiple visa
  3. Bukti keuangan 3 bulan terakhir dari ybs (berupa rekening koran atau buku tabungan dan kalau melampirkan keuangan berupa deposito maka harus melampirkan deposito asli selain itu bukti rekening Koran maupun buku tabungan harus tetap dilampirkan) saldo rata-rata sekitar Rp 50juta/orang -> saya pribadi waktu itu rek koran yang saya kasih saldo rata-ratanya ga sampai 50jt/org (kurleb 30jtan). Alhamdullilah visa tetep keluar.
  4. Copy KTP, KK, Akte nikah dan Akte lahir anak jika bawa anak
  5. Foto 4,5x 4,5 cm (2 lbr) terbaru berwarna latar putih
  6. Copy kartu pelajar atau surat keterangan sekolah untuk pelajar
  7. Print out tiket pulang pergi
  8. Konfirmasi hotel
  9. Isi Form aplikasi lengkap

 

Ini contoh foto untuk visa πŸ™‚

foto-visa

Itenerary..

Tujuan utama kami (saya dan suami) ke Jepang adalah paling utama mau ngajakin Ben liat salju (sebenernya ini ayah yang kepingin). Dan tentu saya ke Disney park dan USJ. (impian kecil saya adalah mengunjungi semua Disney di dunia, kalau USJ sudah pasti karena di USJΒ harry potternya (I’m a big fan of Harry Potter too)

Di Jepang kebetulan ada 2 Disney (Disneyland dan Disney Sea), karena keterbatasan waktu kami ga bisa pergi kedua tempat, jadi kami pilih untuk mengunjungi Disney Sea dengan pertimbangan, Disney Sea adalah Disney satu-satunya di dunia yang bernuansa laut.

Kebetulan saya bukan type pencinta pemandangan indah jadi untuk lokasi lain saya ikut aja keputusan peserta yang lain. Dan inilah itenerarynya.

Day 1 (1 Februari 2017) : Jakarta – Tokyoday-1

Day 2 (2 Februari 2017) : Kyotoday-2

Day 3 (3 Februari 2017) : Karuizawaday-3

Day 4 (4 Februari 2017) : Tokyo City Tour and Disney Seaday-4

Day 5 (5 Februari 2017) : Sky Fujiten and Gotemba
day-5

Day 6 (6 Februari 2017) : Universal Studio – OSAKAday-6

Day 7 (7 Februari 2017) : Tokyo – Jakartaday-7

Jika melihat itinerary ini komplit banget lah ya tujuan wisatanya. Pertanyaannya kesampean semua ga? Nah, untuk itu nanti saya ceritain di blog selanjutnya πŸ˜€

PS : di Jepang nanti kami cuma hanya menginap di satu hotel dengan pertimbangan rempong jika harus pindah-pindah kota bawa koper. Untuk pilihan hotel pun kami pilih hotel yang deket banget sama station besar.

To be continue..

-Er-

14 feb 17

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s